Wisata Bandung Part 1

Tempat tempat berikut merupakan tempat yang telah saya kunjungi, tidak mencakup semua tempat wisata di Bandung. Tapi tidak ada salahnya anda untuk membacanya terlebih dahulu sebagai referensi

Wisata Bandung Part 2

Tempat tempat berikut merupakan tempat yang telah saya kunjungi, tidak mencakup semua tempat wisata di Bandung. Tapi tidak ada salahnya anda untuk membacanya terlebih dahulu sebagai referensi

Friends

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.

Keluarga

lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.

Menu Sarapan Pagi

Pentingnya sarapan pagi, berikut ini rutinitas sarapan pagi saya.

Tampilkan postingan dengan label Go Language. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Go Language. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2015

Pengenalan Pemrograman GO

Go adalah salah satu bahasa pemrograman baru yang dikembangkan oleh Robert Griesemer (perancang Java HotSpot), Rob Pike (pengembang Plan 9 di laboratorium Bell), Ken Thomson (pengembang bahasa pemrograman B dan perancang UTF-8). Bahasa pemrograman Goinidipelopori oleh Google yangmulai dikerjakan atau tepatnya dituliskandi papan pada tanggal 21 September 2007.
Pada awalnya desain bahasa pemrograman ini hanya dilakukan paruh waktu sambil melakukan pekerjaan lain yang tidak terkait sama sekali dengan pengembangan bahasa pemrograman ini. Pada bulan Januari 2008, Ken mulai mengerjakan sebuah compiler yang digunakan untuk mengeksplorasi berbagai ide, pekerjaan tersebut menghasilkan kode C sebagai output-nya.
Pada pertengahan tahun bahasa pemrograman ini menjadi proyek full-time dan sudah cukup untukmelakukan produksi kompilasi. Pada bulan Mei 2008, Ian Taylor sendiri membuat GCC front untuk Go menggunakan rancangan spesifikasi. Russ Cox bergabung pada akhir 2008 dan membantu memindahkan language dan libraries dari prototypemenjadirealita.Bahasa pemrograman Go menjadisebuah proyek publik open sourcepada bulan November 2009. Tentunya hal ini tidak lepas dari dukukungan berbagai komunitas yang telah memberikan kontribusi berupa ide, diskusi dan kode pada pengembangan program ini.
Go adalah bahasa pemrograman yang ekspresif, ringkas, bersih dan efisien.Saat ini perkembangan perangkat komputer sangat cepat namun tidak diimbangi dengan bahasa pemrograman, banyak programmer yang menemukan kerumitan pada Java atau C++ sehingga harus menuliskan beberapa kode lagi menggunakan Phyton atau JavaScript, disisi lain isu terhadap konsep garbage-collection dan parallel-computation yang belum didukung baik oleh beberapa bahasa pemrograman, termasuk munculnya teknologi multicore yang membuat kekhawatiran dan kebingungan sehingga para pengembang masih mengandalkan dukungan teknologi dari sistem operasi.
Banyak hal yang telah dihasilkan oleh laboratorium Bell dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi. Di Indonesia sendiri pernah terdengar bahasa pemrograman Nusa yang dari Infokom tools-nya dinamakan Nusaptel. Namun bahasa pemrograman Nusa ini tidak begitu diminati di Indonesia. Semoga dengan kehadiran bahasa pemrograman Go ini banyak hal-hal yang dapat dipelajari dan mungkin dapat melahirkan bahasa pemrograman baru versi Indonesia yang dikompilasi menggunakan bahasa pemrograman Go.

Kamis, 15 Januari 2015

Penggunaan "var" pada bahasa pemrograman GO

Go menyediakan kemudahan dalam mendefinisikan variabel baik secara eksplisit maupun implisit. Deklarasi secara eksplisit dapat dituliskan sebagai berikut.


Penulisan variabel di atas menggunakan kata kunci var diikuti dengan nama variabel, tipe data, dan pemberian nilai atau inisialisasi vaiabel itu sendiri menggunakan simbol (=). Penggunaan variabel secara explisit ini dapat dituliskan didalam fungsi maupun diluar fungsi. Sedangkan deklarasi variabel secara implisit hanya dapat dituliskan didalam fungsi yang mana Go dapat memberikan tipe data secara otomatis pada suatu variabel berdasarkan nilai (inisialisasi awal) yang diberikan kepada variabel tersebut.
// Contoh 2,inisialisasi variabel implisit
      a1 := 3;
      b1 := 1.9;
      fmt.Println("\nTipe data a1 : ", reflect.TypeOf(a1), " \t = ", a1)
      fmt.Println("Tipe data b1 : ", reflect.TypeOf(b1), " = ", b1)

Berikut ini adalah hasil akhirnya



Anda dapat juga melihat tutorial ini dalam bentuk video, ini link nya http://youtu.be/NX2AM6uleNI

Penggunaan Struct pada bahasa pemrograman GO

Bahasa pemrograman Go juga menerapkan paradigma object oriented tetapi bukanlah typeobject oriented programming, karena bahasa pemrograman ini tidak menyediakan kata kunci class. Go memberikan kata kunci struct untuk membuat tipe data baru dan interfacesebagai penjembatan.Oleh karenanya, pengembang tentu dapat menerapkan paradigma object oriented(pemikiran berorientasi obyek) dalam pembuatan aplikasi pada bahasa Go tetapi dengan cara yang sedikit berbeda.Inilah Go, yang mencoba membawa imajinasi pengembang dengan cara lain dalam menghadapi dan menyelesaikan suatumasalah.
Struct yang ada di dalam bahasa Go mirip dengan C, structdi sini lebih luas lagi cakupannya karena tidak hanya mendukung tipe data primitive saja tetapi juga method,tentu sajahal ini dapat terjadi jika dikombinasikan antara struct sebagai tipereceiverpada sebuah method. Pembuatan struct tidaklah sulit, cukup dengan menggunakan kata kunci type <nama_struct> struct { … }. Berikut adalah contoh sederhana dalam membuat struct.
Pembuatan tipe data seperti di atas sangat bermanfaat dalam pengelompokkan data tertentu yang merupakan kumpulan variable atau field.Hal ini dapat membantu programmerterutama yang sudah terbiasa membuat program dengan Java. Perlu diketahui bahwa dalam membuat program di Go tentu saja tidak lepas dari struct ini atau dengan kata lain programmer selalu membutuhkan struct untuk mengatur kode-kode program supaya lebih rapi dan terstruktur. Berikut adalah tampilan hasil program latihan pembuatan struct ketika dijalankan.


 Untuk melihat versi videonya, dapat mengunjungi halaman berikut ini http://youtu.be/x2Nh2ylDRS4

Contoh program "slice"

Slice merupakan bagian dari sebuah array. Slice juga mempunyai indeks elemen dan panjang data. Namun demikian slice mempunyai fitur yang unik yaitu panjang datanya dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. Untuk membuat slice dapat menggunakan perintah make seperti pada potongan kode berikut ini.
koordinat_x := make([]int32, 5)
koordinat_y := []int32{ 1, 2, 3, 4, 5, 6 }
Pada variabel koordinat_x di inisialisasi menggunakan tipe data int32 dengan jumlah sebanyak 5 elemen. Selain itu variabel dapat didefinisikan dengan menginisialisasi langsung seperti pada variabel koordinat_y

Hasil programnya adalah sebagai berikut

 Contoh program seperti ini dapat dilihat pada youtube, berikut ini link nya http://youtu.be/fSxb-yhe-Zs

Penggunaan Map pada Pemrograman GO

     Map adalah sebuah collection yang mempunyai pasangan key-value dalam mengakses data yang terdapat di dalamnya. Map pada umumnya digunakan sebagai dictionary, menyimpan konfigurasi tertentu maupun data atau informasi yang diperlukan dengan memberikan indentitas yang lebih eksplisit sebagai penanda untuk mempermudah programmer untukmengolah data atau informasi yang terkandung di dalamnya.
package main
import "fmt"
func main() {
     bank_soal := make(map[string]string)  // map[key]value
     bank_soal["s1"] = "Presiden RI 1 adalah..."
     bank_soal["s1a"] = "Soekarno"
     bank_soal["s1b"] = "Soeharto"
     bank_soal["s1c"] = "BJ Habibie"
     bank_soal["s1d"] = "Gusdur"
     bank_soal["s1e"] = "Surya"
     bank_soal["s1jawaban"] = "s1a"
     delete(bank_soal,"s1e") // menghapus elemen
     fmt.Println("Length Bank Soal :", len(bank_soal))
     fmt.Println(bank_soal)
     for k, v := range bank_soal {
          fmt.Printf("\nKey: %v, Val: %v", k, v)
     }
     if soal1, ok := bank_soal["s1"]; ok {
          fmt.Println("\n\nSoal : ", soal1, "\nStatus : ", ok)
     }
     soal2, ok := bank_soal["s2"]
     fmt.Println("\nSoal : ", soal2, "\nStatus : ", ok)
}
 Perhatika kode di atas dengan saksama!Disana terdapat sebuah variabelbank_soal,yang manakey dan value-nya ditetapkan dalam bentuk string. Jika ada seratus soal yang akan dimuat ke dalam map tersebut maka key (s1sn) ditetapkan untuk menyimpan soalnya, (s*a, s*b,s*n) untuk menyimpan pilihan jawaban, (s*jawaban) untuk menyimpan jawaban dengan mengacu pada suatu key yang ditetapkan.
Pada kasus di atas terdapat satu kesalahan yang seharusnya tidak ada di dalam daftaryaitu s1e, oleh sebab itu elemen tersebut dapat dihapus dengan memanggil perintah delete(bank_soal,"s1e"), untuk mengetahui berapa banyak elemen yang terdapat di dalam map maka dapat menggunakan perintah len(bank_soal, sedangkan untuk memeriksa apakah terdapat key di dalam map, maka dapat langsung mengakses key yang akan diperiksa misalnya bank_soal["s1"] yang akan mengembalikan return valueganda berupa data dan status.Jika tidak ada key yang terdapat di dalam map maka statusnya akan bernilai false.Hasil program pembuatan map di atas dapat dilihat pada gambar berikut.

Berikut ini adalah link videonya, http://youtu.be/FtQpxdjGKB8

Penggunaan Package Pada Pemrograman GO

Dalam mengembangkan aplikasi perangkat lunak yang efektif dan efisien tentu perlu adanya pengorganisasian atau penyusunan kode program yang jelas dan mudah dipahami. Pada kasus ini, bahasa pemrograman Go menyediakan fitur pengorganisasian program supaya lebih teratur yang disebutpackage(umumnya mirip dengan folder). Pada pokok bahasan sebelumnya sering dijumpai baris kode programpackagefmtyang digunakan untuk menampilkan informasi. Berikut adalah contoh penulisan kata kunci package.
//kata kunci package_<nama package>
Paackage rumus


Di dalam package rumus dapat dibuat beberapa file sesuai kegunaannya misalnya matematika.go, fisika.go dan juga dapat ditambahkan sub-packagebaru. Berikut contoh file matematika.go yang berada di dalam packagerumus.
============================================================
package rumus :
func Penjumlahan(a , b int) int {
     return a + b }
func Pengurangan(a , b float32) float32 {
     return a – b }
func Perkalian(a, b float64) float64 {
     return a * b }
func Pembagian(a , b float32) float32 {
     return a / b }
============================================================



Pengguna dapat langsung mengakses fungsi yang telah dibuat dengan cara menuliskan nama package diikuti nama fungsi yang diinginkan. Hasilnya seperti yang terlihat pada gambar berikut ini.



Berikut ini adalah link youtubenya, supaya pembaca lebih memahami http://youtu.be/9cvvJqWnJOA

Operator pada pemrograman GO

Pada bahasa pemrograman Go, terdapat 47 operator dan delimiter yang tidak jauh berbeda dari beberapa bahasa pemrograman pada umumnya.

Selasa, 13 Januari 2015

Penggunaan import pada pemrograman Go

Penggunaan import pada pemrograman Go



Berikut ini adalah contoh dalam penggunaanya dalam sebuah skrip :
===========================================================================
package main

import ("fmt"; "bufio"; "os"; "strings";)

func main() {
     fmt.Printf("Kitik nama Anda : ")
     scn := bufio.NewReader(os.Stdin);
     data, _ := scn.ReadString('\n');
     fmt.Printf("Selamat datang %v!", strings.TrimRight(data,"\n"))
}

Pada potongan kode di atas program membutuhkan libraryos yang tentu saja digunakan untuk mengakses standar stream, bufio yang digunakan untuk melakukan bufferingyang mana ukurannya sesuai dengan jumlah karakter yang dimasukkan oleh pengguna, dan librarystring untuk memecah(slice) string.   


Berikut ini adalah link videonya http://youtu.be/8E4gGgWDWss

Penggunaan for pada pemrograman GO

Bahasa pemrograman tentu saja tidak lepas dari kondisi maupun perulangan karena hal tersebut merupakan dasar dalam menyusun program dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan. Go dalam hal ini menyediakan tiga cara penggunaan perulangan ataufor yang mirip dengan bahasa C, seperti yang terdapat pada potongan program berikut.

Dengan demikian maka hanya dengan menggunakan for saja programmer dapat menggukan berbagai macam kombinasi sekaligus, bahasa pemrograman Go mencoba mereduksi penggunaan kode sehingga lebih general, mudah dipahamidan hal juga akan menjadi pemicu para pengembang dalam mengembangkan aplikasi dengan cara yang mudah dan berbeda.Berikut adalah implementasi perulangan for dalam pemrograman Go.



Berikut adalah tampilan hasil program ketika dijalankan.


Penggunaana switch pada pemrograman Go lebih umum daripada bahasa C. Ekspresi yang dilewatkan tidak harus constant atau integer. Selain itu jika switch tidak mempunyai ekspresi, maka otomatis ekspresi pada switch diberi nilai true


Berikut adalah tampilan hasil program ketika dijalankan.

Kemudian, berikut ini adalah link untuk dapat melihat secara visualnya  http://youtu.be/_R9LoTFc0YI

Penggunaan interface dalam pemrograman GO

Penggunaan interface dalam pemrograman GO adalah sebagai berikut:


Berikut ini adalah hasil akhirnya


Kemudian, dapat juga dilihat langsung pada link berikut ini http://youtu.be/h9hcSFu6Qeg

Penggunaan If pada pemrograman GO

Penggunaan kondisi atau if sangat mudah dan sederhana seperti yang terdapat pada kode program berikut ini:

Berikut ini adalah hasil akhirnya


Atau bisa juga dilihat pada link berikut ini http://youtu.be/XxEUOPqrCV8

Penggunaan Fungsi pada pemrograman GO

Salah satu fitur yang unik pada bahasa pemrograman Go adalah fungsi yang dapat memberikan lebih dari satu nilai kembalian (multiple return value). Dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain, Go adalah bahasa program yang memberikan kemudahan dalam menyediakan multiple return value karena tanpa menggunakan bantuan collection atau penggabungan data sebelum di kembalikan (return). Aturan penulisan fungsi dan method pada Go dapat dituliskan sebagai berikut:
___________________________________________________________________________
func (<parameter>,…n) (<type return value>,…n){
     // isi dari fungsi
}
______________________________________________________________
Program diawali dengan kata kunci funclalu diikuti parameter dan jenis return value yang diinginkan. Fungsi yang dijalankan pertama kali oleh Go sebagai fungsi utama adalah func main()tanpa adanya program utama ini makaprogram tidak akan dapat berjalan danhanya dapat dikompilasi sebagai library saja.Untuk lebih jelasnya, silahkan mengamati dan lakukan percobaan program berikut ini.

Pembuatan fungsi tentu saja dimaksudkan untuk menangani suatu kegiatan yang sering berulang-ulang dengan cara mengelompokkannya pada bagian tertentu. Selain itu fungsi juga digunakan untuk mempermudah programmer dalam mengembangkan kode program yang tertata rapi sesuai dengan bagian dan tugasnya masing-masing. Aplikasi yang besar atau kompleks tentu saja membutuhkan fungsi sebagai kunci utama dalam menghindari kesimpang siuran tatanan baris kode program. Apabila diperhatikan dengan saksama maka sebenarnya func di atas apabila dikombinasikan dengan kondisi if maka dapat dimanfaatkan juga untuk melakukan validasi pada kasus-kasus tertentu. Berikut hasil programnya ketika dijalankan.

Atau bisa dilihat pada link berikut ini http://youtu.be/nbfJu0i6V4Q

Penggunaan Array pada pemrograman GO

Array adalah suatu kumpulan elemen dengan tipe data yang sama dan panjang elemennya tetap. Sebagai contoh, terdapat 5 orang siswa kelas XI SMK yang mengikuti Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Nasional dengan masing-masing siswa mempunyai nomor urut: 701, 702, 703, 704 dan 705. Maka kalimat tersebut dapat dibahasakan ke dalam bahasa program sebagai berikut.

Hasil akhirnya adalah seperti berikut ini


Atau bisa dilihat pada link berikut ini http://youtu.be/69RRcbRE6yo

Selasa, 28 Oktober 2014

Link video Go Lang

Alhamdulilah, selesai juga. Berikut ini merupakan link video yang menerangkan mengenai aplikasi dengan menggunakan Go Lang. Eka Surya Gumilang, Mahasiswa TKJMD Batch 9 ITB-SEAMOLEC :

http://youtu.be/69RRcbRE6yo array
http://youtu.be/_R9LoTFc0YI forswitch
http://youtu.be/nbfJu0i6V4Q fungsi.go
http://youtu.be/XxEUOPqrCV8 if.go
http://youtu.be/8E4gGgWDWss import.go
http://youtu.be/h9hcSFu6Qeg interface.go
http://youtu.be/FtQpxdjGKB8 map.go
http://youtu.be/IOPeRf9ZA3M operator.go
http://youtu.be/9cvvJqWnJOA package.go
http://youtu.be/fSxb-yhe-Zs slice.go
http://youtu.be/x2Nh2ylDRS4 struct.go
http://youtu.be/NX2AM6uleNI var.go

Senin, 27 Oktober 2014

Proposal Tugas Akhir : TKJMD WEB PROFILE

PROPOSAL TUGAS AKHIR
PEMBELAJARAN BAHASA  PEMROGRAMAN GO
“ TKJMD WEB PROFILE “





kelompok
Eka Surya Gumilang
M. Aryo Wicaksono
M. Sufi



program alih jengang D3 ke D4
jurusan TKJMD
kerjasama ITB dan SEAMOLEC
2014s




1.                  LATAR BELAKANG
Teknologi informasi saat ini semakin berkembang khususnya Internet merupakan teknologi yang memiliki cakupan sangat luas. Sebelum teknologi berkembang, dahulu untuk mendapatkan informasi tentang pendidikan atau instansi pendidikan hanya mengandalkan informasi dari surat kabar dan bertanya kepada instansi terkait dengan proses lama dan tidak up-to-date. Salah satunya informasi program pendidikan alih jengang D3 ke D4 jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Media Digital (TKJMD) kerjasamaInstitut Teknologi Bandung (ITB) dan SEAMOLEC masih sulit didapatkan, selama 9 tahun program pendidikan ini berlangsung masyarakat hanya mendapatkan informasi tersebut berupa poster yang berisikan informasi pendaftaran saja. Namun untuk informasi tentang pendidikannya masih kurang, mereka lebih banyak mencari informasi tersebut dengan bertanya langsung kepada instansi terkait dam para mahasiswa dan alumni lulusan alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC.
Untuk memanfatkan teknologi informasi khususnya internet, pada angkatan ke delapan program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC website khusus angakatan 8 baru dibuat yang berisikan informasi tentang  profil instansi, kegiatan mahasiswa, dan data mahasiswa. Tahun 2014 ini untuk angkatan ke sembilan juga akan membuat website yang sama yaitu khusus angkatan sembilan saja. Jadi setiap angkatan akan ada website baru yang dibuat khusus setiap angkatan, hal tersebut tidak efisien, dan menyulitkan masyarakat.Agar informasi tersebut dapat efisien maka harus ada satu sistem informasi mengelola informasi tersebut dengan terpadu.
Oleh karena untuk menunjang keperluan tersebutitu kami mengajukan proposal Tugas Akhir pembelajaran Pemrograman Bahasa GO untuk membangun sistem informasi program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC berbasis WEB menggunakan HTML5 dan program menggunakan bahasa pemrograman GO. Web tersebut berisikan informasi tentang profil instansi terkait, agenda kegiatan mahasiswa seluruh angkatan, materi pembelajaran, data mahasiswa aktif dan data alumni mahasiswa.



2.                  PERUMUSAN MASALAH
Perumusan masalah yang akan menjadi acuan dalam penyelesaikan tugas akhir yaitu:
1.      Bagaimana membangaun sistem informasi program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC berbasis WEB ?
2.      Apakah sistem informasi program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC berbasis WEB dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi?.


3.                  TUJUAN
Tujuan dari penyelesaikan tugas akhir ini yaitu:
1.      dapat membangun istem informasi program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC berbasis WEB.
2.      Mengetahui sistem informasi program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC berbasis WEB dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi.


4.                  BATASAN MASALAH
Batasan masalah dari tugas akhir ini yaitu:
1.      Informasi hanya tentang program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC,
2.      Sistem informasi program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC menggunakan HTML 5.






5.                  TAMPILAN WEB

Gambar tampilan web


6.                  DESKRIPSI SISTEM
Dalam sistem informasi program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC memiliki berapa submenu dan informasi masing masing yaitu:
1.      Beranda
Pada menu beranda memberikan seluruh informasi yang ada di sistem informasi program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC.
2.      Profil
Pada menu profil memberikan informasi instansi, struktur oraganisai, prestasi, dan kontak instansi.
3.      Agenda kegiatan mahasiswa
Pada menu agenda kegiatan mahasiswa memberikan informasi seluruh kegiatan mahasiswa berupa cerita, galeri foto dan testimony para mahasiswa..
4.      Materi pembelajaran
Pada menu materi pembelajaran memberikan informasi materi pembelajaran yang diterapkan dalamprogram alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC.
5.      Data mahasiswa
Pada menu data mahasiswa memberikan informasi data mahasiswa aktif dan alumni mahasiswa program alih jengang D3 ke D4 jurusan TKJMD kerjasama ITB dan SEAMOLEC berupa data diri dan alamat blog masing masing.

7.                  DATAR REFERENSI
1.      http://sea8.com/
2.      http://hasanwijaya766hi.blogspot.com/2013/10/proposal-sistem-informasi-manajemen.html